Di Tengah Arus Globalisasi, Akademisi Palangka Raya Ingatkan Pentingnya Menanamkan Budaya Sejak Usia Dini

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya – Cintai budaya sejak dini, agar jati diri tak mudah terganti. Pesan ini menggema kuat di tengah arus globalisasi yang kian deras dan perlahan menggerus nilai-nilai kearifan lokal.

Hal tersebut ditegaskan oleh Srie Rosmilawati, M.Ikom, dosen Universitas Muhammadiyah Palangka Raya sekaligus Sekretaris Asosiasi Bawi Dayak, Budaya dan Wisata (ASBADATA) Kota Palangka Raya itu menilai bahwa pengenalan dan penanaman nilai budaya harus dimulai sejak usia dini agar generasi muda tidak kehilangan identitasnya sebagai anak bangsa, khususnya generasi Dayak.

Menurut Srie, budaya bukan sekadar simbol atau seremonial, melainkan ruh yang membentuk karakter, cara berpikir, hingga sikap hidup masyarakat. Jika tidak dijaga dan diwariskan secara konsisten, maka budaya lokal akan mudah tergeser oleh budaya luar yang belum tentu sejalan dengan nilai luhur bangsa.

“Anak-anak harus dikenalkan pada budayanya sendiri sejak dini, baik melalui pendidikan formal, keluarga, maupun lingkungan sosial. Jika jati diri sudah tertanam kuat, maka mereka tidak akan mudah terombang-ambing oleh pengaruh negatif globalisasi,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan, peran keluarga dan institusi pendidikan sangat strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal. Mulai dari bahasa daerah, adat istiadat, seni, hingga nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Dayak, harus terus dihidupkan dalam keseharian.

Sebagai pengurus Bawi Dayak Kota Palangka Raya, Srie juga mendorong kaum perempuan Dayak untuk tampil aktif sebagai garda terdepan pelestarian budaya. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam mentransfer nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya, baik di lingkup keluarga maupun masyarakat.

“Kalau kita sendiri tidak bangga dengan budaya kita, lalu siapa lagi? Jangan sampai anak-anak kita justru lebih mengenal budaya luar, tetapi asing dengan identitasnya sendiri,” tegasnya.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Srie berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan, dapat bersinergi menjaga warisan budaya sebagai benteng moral dan identitas daerah.

“Budaya yang dicintai sejak dini akan tumbuh menjadi jati diri yang kokoh, tak mudah terganti oleh zaman,” tandasnya

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Asmin Bara Bronang Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Misteri 7.215 Hektare Lahan Eks BJAP, Statusnya Belum Jelas
FKM Soroti Proyek Jalan Desa Pulau Kaladan Rp1 Miliar, Minta PUPR Kapuas Beri Klarifikasi
Publik Soroti Komitmen Lingkungan PT Rimau Energi Mining di Barito Timur
Kapolda Kalteng Ajak Media Perkuat Kemitraan di Hari Bhayangkara ke-80
Sosialisasi DAD Barito Utara ke PT BEK Tuai Pro Kontra: Ormas Dayak Desak Pembekuan DAD Barut
Turangga Resources Raih Gold Award ISA 2026 Berkat Program Rehabilitasi DAS di Kalteng
AKP Rahmad Tuah Dipercaya Pimpin Reskrim Polres Barsel

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:03 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Asmin Bara Bronang Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:41 WIB

Misteri 7.215 Hektare Lahan Eks BJAP, Statusnya Belum Jelas

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:47 WIB

FKM Soroti Proyek Jalan Desa Pulau Kaladan Rp1 Miliar, Minta PUPR Kapuas Beri Klarifikasi

Senin, 15 Juni 2026 - 07:20 WIB

Publik Soroti Komitmen Lingkungan PT Rimau Energi Mining di Barito Timur

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:23 WIB

Kapolda Kalteng Ajak Media Perkuat Kemitraan di Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru