Semut dan Jurnalis: Pesan Moral Hartany Soekarno untuk Pers Kalimantan Tengah

Jumat, 7 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya, 7 November 2025 — Di balik perumpamaan sederhana tentang semut, terselip pesan mendalam tentang kekuatan pers yang disampaikan oleh Hartany Soekarno, wartawan senior Kalimantan Tengah, saat berbicara di hadapan pengurus dan anggota DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kalimantan Tengah.

“Seekor semut bila menggigit sendiri mungkin tak terasa sakitnya. Tapi bila banyak semut menggigit bersamaan, rasa sakit itu luar biasa. Begitu juga dengan jurnalis — bila satu orang menulis mungkin pengaruhnya kecil, tapi bila banyak jurnalis bersuara bersama, dampaknya bisa mengguncang dunia,” ujar Hartany dengan nada tenang namun penuh makna di Sekretariat DPW IPJI Kalteng, Jalan Juanda, Kota Palangka Raya, Jumat (7/11).

Analogi itu bukan sekadar perbandingan biologis, melainkan cermin solidaritas profesi yang kini mulai diuji di tengah derasnya arus informasi dan beragamnya kepentingan organisasi media.
Hartany, yang juga Pembina Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Tengah, menegaskan bahwa keberagaman wadah organisasi tidak boleh menjadi jurang pemisah antarjurnalis.

“Boleh berbeda organisasi, tapi jangan terpecah. Kita satu profesi, satu tanggung jawab, satu komitmen menjaga marwah pers dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” tegasnya.

Bagi Hartany, jurnalis bukan hanya pencatat peristiwa, melainkan pendidik masyarakat dan penjaga keseimbangan sosial. Ia menegaskan pentingnya jurnalis untuk tetap menjadi kontrol bagi pemerintah dan penyampai informasi yang mencerahkan publik.

“Jadilah jurnalis yang profesional, yang tetap berpijak pada kebenaran dan tanggung jawab sosial,” pesannya menutup silaturahmi tersebut.

Sementara itu, Ketua DPW IPJI Kalimantan Tengah, pickrol Hidayat, mengapresiasi kehadiran dan pesan moral yang disampaikan Hartany. Ia menyebut, kehadiran tokoh-tokoh senior seperti Hartany menjadi pengingat penting bagi generasi muda jurnalis di daerah.

“Apa yang disampaikan Bang Hartany adalah refleksi nyata dari semangat kebersamaan dalam dunia jurnalistik. IPJI Kalteng berkomitmen untuk menjaga semangat itu — membangun sinergi, bukan kompetisi, di antara insan pers,” ujar pickrol Hidayat

Ia menambahkan, IPJI Kalteng terus mendorong peningkatan kapasitas dan integritas jurnalis melalui pelatihan, diskusi, serta kegiatan kolaboratif lintas organisasi media.

“Kami ingin jurnalis di Kalteng tidak hanya cepat dalam menyajikan berita, tapi juga cerdas, beretika, dan tetap berpihak pada kepentingan publik,” tambahnya.

Suasana di Sekretariat IPJI siang itu terasa penuh makna. Bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan ruang refleksi bagi para jurnalis untuk kembali mengingat akar profesi mereka — bahwa kekuatan pers sesungguhnya terletak pada persatuan, bukan persaingan.

Dan seperti koloni semut yang kecil namun mampu mengangkat beban berlipat dari tubuhnya, jurnalis yang bersatu mampu mengguncang ketidakadilan dan menyalakan cahaya kebenaran di tengah kabut informasi.

Karena pada akhirnya, kekuatan pers bukan diukur dari seberapa sering ia berbicara, tetapi dari seberapa dalam suaranya menyentuh nurani masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika Panggung Seni Kalteng di TMII Mulai Sunyi, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Karhutla di Kalimantan, Di Mana Negara dan Suara Wakil Rakyat?
Polda Kalteng Dalami Laporan Dugaan Penggelapan Dana Tali Asih Lahan Rp2,137 Miliar
Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha
Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM, Stok Kaltim Masih Terkendali
H. Nadalsyah (Koyem) Wafat, IPJI Kalteng Sampaikan Duka Mendalam
IPJI, SPRI, AWPI, IWO dan FKM Bersatu Bagikan Ribuan Masker
Disdukcapil Palangka Raya Jemput Bola Percepat Layanan IKD

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Ketika Panggung Seni Kalteng di TMII Mulai Sunyi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Karhutla di Kalimantan, Di Mana Negara dan Suara Wakil Rakyat?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Polda Kalteng Dalami Laporan Dugaan Penggelapan Dana Tali Asih Lahan Rp2,137 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:36 WIB

H. Nadalsyah (Koyem) Wafat, IPJI Kalteng Sampaikan Duka Mendalam

Berita Terbaru

Borneo

Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha

Senin, 12 Okt 2026 - 14:19 WIB