Melalui Ajang FTBI Pemerintah Berharap Generasi Muda Mampu Merawat dan Membanggakan Bahasa Daerah

Senin, 3 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA – Suasana semangat dan antusiasme memenuhi ruang pertemuan Hotel Bahalap, Kota Palangka Raya, Senin (3/11/2025). Balai Bahasa dan Budaya Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025, sebuah ajang tahunan yang bertujuan merevitalisasi bahasa daerah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu serta menanamkan rasa bangga menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penyelenggaraannya, FTBI 2025 mempertandingkan sepuluh bahasa daerah di Kalimantan Tengah, yaitu Dayak Ngaju, Ma’anyan, Ot Danum, Melayu Kotawaringin, Siang, Bakumpai, Katingan, Taboyan, Melayu Sukamara, dan Sampit.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian datang dari Kabupaten Barito Selatan. Aditya Pratama, siswa kelas VI SD Negeri 4 Babai, tampil percaya diri dalam lomba pidato berbahasa Bakumpai. Dengan penguasaan bahasa yang baik dan penyampaian yang ekspresif, Aditya berhasil menunjukkan semangat pelestarian bahasa daerah di kalangan generasi muda.

Guru pendampingnya, Arista Agustina, S.Pd, mengungkapkan kebanggaannya atas semangat sang murid. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar anak-anak semakin mencintai dan menggunakan bahasa daerahnya dalam keseharian,” ujarnya.

Senada, Kepala SD Negeri 4 Babai, Hj. Misrawati, S.Pd.SD, menilai peran sekolah sangat penting dalam menjaga keberlanjutan bahasa daerah. “Melestarikan bahasa ibu bukan sekadar menjaga tutur kata, tetapi juga menjaga jati diri dan akar budaya kita,” katanya saat dihubungi, Selasa (4/11/2025).

Melalui pelaksanaan FTBI 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap generasi muda tidak hanya fasih berbahasa Indonesia, tetapi juga mampu merawat dan membanggakan bahasa daerah sebagai warisan budaya yang memperkaya kebhinnekaan Indonesia.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Keberatan atas Pemberitaan Blok Anyol, Mediasi Sengketa Lahan Riki–Darwin Diminta
Ketika Panggung Seni Kalteng di TMII Mulai Sunyi, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Karhutla di Kalimantan, Di Mana Negara dan Suara Wakil Rakyat?
Polda Kalteng Dalami Laporan Dugaan Penggelapan Dana Tali Asih Lahan Rp2,137 Miliar
Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha
Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM, Stok Kaltim Masih Terkendali
H. Nadalsyah (Koyem) Wafat, IPJI Kalteng Sampaikan Duka Mendalam
IPJI, SPRI, AWPI, IWO dan FKM Bersatu Bagikan Ribuan Masker

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Keberatan atas Pemberitaan Blok Anyol, Mediasi Sengketa Lahan Riki–Darwin Diminta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Ketika Panggung Seni Kalteng di TMII Mulai Sunyi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Karhutla di Kalimantan, Di Mana Negara dan Suara Wakil Rakyat?

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM, Stok Kaltim Masih Terkendali

Berita Terbaru

News

HUT IKATAN PENULIS DAN JURNALIS INDONESIA

Senin, 26 Okt 2026 - 12:12 WIB