Pemerintah Kalteng Mantapkan Langkah Pelestarian Melalui Generasi Muda

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya, 17 November 2025 — Ketika modernisasi kian menghapus batas-batas tradisi, seni dan budaya lokal menjadi satu-satunya jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan. Di Kalimantan Tengah, tanah yang dipenuhi lebih dari 400 sub-suku Dayak, warisan budaya bukan hanya cerita lama, tetapi denyut kehidupan yang menjaga siapa masyarakat Kalteng sebenarnya.

Kesadaran akan pentingnya jati diri inilah yang membuat pemerintah memperkuat langkah pelestarian budaya. Kepala UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Wildae D. Binti, menegaskan bahwa menjaga budaya sama artinya menjaga rumah bagi generasi yang akan datang.

“Pemerintah tidak hanya menjaga apa yang sudah ada, tetapi juga mendorong agar seni budaya kita tetap relevan di masa kini,” ujarnya penuh keyakinan.

Upaya itu tampak dalam berbagai langkah nyata seperti pendataan warisan budaya yang terancam hilang, festival seni yang menghidupkan kembali panggung tradisi, pemberdayaan sanggar seni, hingga dorongan penguatan muatan lokal di sekolah. Semua dilakukan agar budaya Dayak tidak terjebak sebagai kenangan, tetapi tetap tumbuh dan menginspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

Kalimantan Tengah menyimpan ratusan tarian tradisional sarat makna. Dari Balian Dadas yang membawa pesan penyembuhan, Manasai yang menabur sukacita, hingga Kinyah Mandau yang menyalakan keberanian. Di setiap hentakan kaki dan ayunan tangan, ada pesan leluhur yang seakan berbisik: “jangan lupakan kami.”

Namun perjalanan pelestarian budaya tak pernah berjalan mulus. Wildae mengakui, regenerasi pelaku seni masih menghadapi tantangan. Banyak anak muda yang tumbuh dengan budaya global, sementara tradisi yang diwariskan nenek moyang perlahan menjauh.

“Pemerintah memang berkomitmen kuat, tetapi kami tidak bisa bekerja sendiri,” ungkapnya dengan nada harap.

Di situlah peran generasi muda menjadi cahaya. Bagi Wildae, anak-anak muda Kalteng bukan hanya pewaris budaya, mereka adalah penentu apakah nyala budaya Dayak akan meredup atau justru kembali membara. Ia percaya kreativitas generasi muda bisa menjadi jembatan antara nilai leluhur dan dunia modern, tanpa harus mengorbankan ruh budaya.

“Budaya akan tetap hidup bila generasi mudanya ikut merawat,” katanya menyentuh.

Pelestarian budaya bukan usaha untuk menahan waktu. Ini adalah upaya menjaga agar nilai luhur tetap hidup sebagai sumber penguatan karakter dan persatuan. Ketika seni tradisi terus mengalir, ia menjadi pengingat lembut bahwa di tengah dunia yang berubah, ada sesuatu yang tetap: akar yang memberi identitas.

Kalimantan Tengah memiliki kekuatan besar yakni warisan leluhur yang tak ternilai, komunitas adat yang setia menjaga tradisi, serta pemerintah yang terus berupaya. Yang kini dibutuhkan hanyalah langkah bersama, saling menggenggam tangan untuk memastikan budaya Dayak tetap berdiri tegak. Bukan sekadar dikenang, tetapi dihidupkan.

Pada akhirnya, pelestarian budaya adalah wujud cinta. Cinta kepada tanah kelahiran, kepada para leluhur, dan kepada generasi yang akan datang. Tugas hari ini bukan hanya menjaga budaya tetap ada, tetapi memastikan ia tetap bersinar, hangat, dan menguatkan siapa pun yang mewarisinya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pembukaan Lahan Ilegal HPK Sukamara Bergulir, Bupati Masduki Belum Beri Klarifikasi
Pledoi Dibacakan, Terdakwa Riky Akui Perbuatan di PN Palangka Raya
Klarifikasi Dugaan Pungli, Dishub Bantah Permintaan Uang
Sorotan Dugaan Pungli, APEPKA Desak Investigasi Dishub Palangka Raya
Oknum Pembobol Bank BPD Kalteng Dituntut 12 Tahun Penjara
PT Telen Orbit Prima Layani 129 Warga Kapuas Tengah
Gugatan Warga Negara di PN Palangka Raya Seret Pejabat dan Tiga Perusahaan
Penyidikan Dugaan Perambahan Hutan Sukamara, Oknum Kepala Daerah Disorot

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 21:54 WIB

Kasus Dugaan Pembukaan Lahan Ilegal HPK Sukamara Bergulir, Bupati Masduki Belum Beri Klarifikasi

Kamis, 23 April 2026 - 18:19 WIB

Pledoi Dibacakan, Terdakwa Riky Akui Perbuatan di PN Palangka Raya

Selasa, 21 April 2026 - 12:41 WIB

Klarifikasi Dugaan Pungli, Dishub Bantah Permintaan Uang

Senin, 20 April 2026 - 21:04 WIB

Sorotan Dugaan Pungli, APEPKA Desak Investigasi Dishub Palangka Raya

Rabu, 15 April 2026 - 18:53 WIB

PT Telen Orbit Prima Layani 129 Warga Kapuas Tengah

Berita Terbaru

Opini

Menguji Transparansi di Balik Kasus Lahan Sukamara

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:14 WIB

Borneo

Klarifikasi Dugaan Pungli, Dishub Bantah Permintaan Uang

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:41 WIB