Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM, Stok Kaltim Masih Terkendali

Senin, 12 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMARINDA – Masyarakat Kalimantan Timur diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan menyusul antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan stok BBM masih tersedia, meski distribusi di beberapa wilayah mengalami hambatan.

Berdasarkan keterangan Pertamina, Senin (12/10/2026), ketahanan stok BBM jenis gasoline dan gasoil di Fuel Terminal Samarinda dan Balikpapan diperkirakan mencapai 18–20 hari. Perusahaan menyatakan antrean yang terjadi bukan disebabkan oleh habisnya persediaan, melainkan terganggunya proses pengiriman ke sejumlah SPBU.

Kondisi ini dipengaruhi penyusutan debit Sungai Mahakam akibat fenomena El Niño yang menghambat pengangkutan BBM menggunakan tongkang. Sebagai alternatif, distribusi dialihkan melalui jalur darat dengan mobil tangki. Namun, perubahan jalur tersebut membuat waktu pengiriman menjadi lebih lama.

Dampaknya dirasakan di sejumlah wilayah, terutama Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Berau. Meski demikian, Pertamina menyatakan sedang melakukan berbagai upaya agar pasokan kembali lancar dan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan BBM sehari-hari.

Distribusi Dipercepat, SPBU Bermasalah Ditindak

Untuk mengurai antrean, Pertamina mengklaim telah mengoperasikan Fuel Terminal dan mobil tangki selama 24 jam. Pasokan juga ditambah hingga 15 persen ke SPBU yang mengalami antrean terpadat.

Di sisi pengawasan, Pertamina bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menjatuhkan sanksi penghentian pasokan sementara kepada dua SPBU di Samarinda. Kedua SPBU tersebut, menurut keterangan perusahaan, terbukti melakukan pengisian berulang dan melayani pengisian pada jam tutup.

Sementara itu, dugaan pelanggaran di SPBU Simbuang masih dalam proses investigasi.

Pertamina juga memperketat pengawasan melalui kewajiban pemasangan kamera pengawas atau CCTV serta penggunaan QR MyPertamina untuk penyaluran BBM bersubsidi.

Masyarakat Diminta Tidak Membeli Berlebihan

Kepastian mengenai ketersediaan stok menjadi penting agar antrean tidak berkembang menjadi kepanikan di tengah masyarakat. Pembelian secara berlebihan berpotensi menambah tekanan terhadap pelayanan SPBU, terutama ketika distribusi masih menghadapi kendala.

Karena itu, masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terkonfirmasi. Meski demikian, imbauan agar masyarakat tetap tenang harus diiringi informasi yang jelas serta perbaikan nyata dalam pelayanan di lapangan.

Dari sisi kuota, Pertamina menyebut alokasi BBM bersubsidi Kaltim tahun 2026 yang ditetapkan BPH Migas mencapai 1,2 juta kiloliter (KL) untuk Pertalite dan 980 ribu KL untuk Solar. Realisasi penyaluran hingga September 2026 diklaim mencapai 95 persen.

Perusahaan juga menjanjikan keterbukaan data penyaluran harian di setiap SPBU melalui dashboard pada situs web perusahaan mulai 15 Oktober 2026.

Masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan atau memperoleh informasi dapat menghubungi layanan Pertamina 135 maupun akun Instagram @pertaminapatraniagakaltim.

Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan berkomitmen memperbaiki distribusi serta menindak pelanggaran dalam penyaluran BBM.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polda Kalteng Dalami Laporan Dugaan Penggelapan Dana Tali Asih Lahan Rp2,137 Miliar
Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha
H. Nadalsyah (Koyem) Wafat, IPJI Kalteng Sampaikan Duka Mendalam
IPJI, SPRI, AWPI, IWO dan FKM Bersatu Bagikan Ribuan Masker
Disdukcapil Palangka Raya Jemput Bola Percepat Layanan IKD
Action Sosial Insan Pers Kalteng, Warga Dapat Layanan Aktivasi IKD
Edy Pratowo: Dunia Usaha Berperan Penting Dorong Ekonomi Kalteng
Lima Anggota MPA Sabaru Kembali Usai Terlibat Pemadaman Karhutla di Hutan Sebangau

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Polda Kalteng Dalami Laporan Dugaan Penggelapan Dana Tali Asih Lahan Rp2,137 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM, Stok Kaltim Masih Terkendali

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:36 WIB

H. Nadalsyah (Koyem) Wafat, IPJI Kalteng Sampaikan Duka Mendalam

Senin, 28 September 2026 - 14:43 WIB

IPJI, SPRI, AWPI, IWO dan FKM Bersatu Bagikan Ribuan Masker

Berita Terbaru

Borneo

Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha

Senin, 12 Okt 2026 - 14:19 WIB