Lebih dari 30 Tahun Mengabdi untuk Pers: DPW IPJI Kalteng Anugerahkan Penghargaan kepada Hartany Soekarno

Rabu, 28 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA — Pengabdian seorang jurnalis tidak semata-mata diukur dari panjangnya perjalanan karier, banyaknya berita yang ditulis, atau media tempatnya berkarya. Lebih dari itu, pengabdian menemukan maknanya ketika ilmu dibagikan, generasi penerus dibimbing, dan nilai-nilai jurnalistik tetap hidup melampaui perjalanan waktu.

Semangat itulah yang mewarnai langkah Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (DPW IPJI) Kalimantan Tengah dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 IPJI. Pada momentum tersebut, DPW IPJI Kalteng menyerahkan penghargaan kepada Hartany Soekarno, seorang tokoh jurnalis Kalimantan Tengah yang telah mengabdikan lebih dari tiga dekade hidupnya bagi perkembangan pers di Bumi Tambun Bungai.

Penghargaan ini bukan sekadar simbol penghormatan. Di baliknya, tersimpan pengakuan atas perjalanan panjang seorang insan pers yang tidak hanya menekuni profesi jurnalistik, tetapi juga mengambil peran penting sebagai pembimbing dan pembina bagi para jurnalis di Kalimantan Tengah.

Bagi dunia pers, sosok seperti Hartany Soekarno memiliki arti tersendiri. Pengalaman yang terhimpun selama puluhan tahun menjadi bekal berharga bagi generasi penerus untuk memahami bahwa jurnalisme bukan sekadar pekerjaan menyampaikan informasi, melainkan profesi yang menuntut integritas, tanggung jawab, keberanian, dan keberpihakan pada kebenaran.

Ketua DPW IPJI Kalteng, Fikrol Hidayat, mengatakan bahwa penyerahan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari insan pers yang tergabung dalam organisasi itu atas dedikasi dan kontribusi Hartany Soekarno selama perjalanan panjangnya di dunia jurnalistik.

Menurut Fikrol, pengabdian Hartany selama lebih dari 30 tahun telah menjadi bagian penting dari perjalanan pers di Kalimantan Tengah. Tidak hanya melalui profesinya sebagai jurnalis, Hartany juga terus memberikan bimbingan kepada insan pers, bahkan hingga saat ini.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan kami kepada Bapak Hartany Soekarno, yang selama hidupnya telah mengabdikan diri sebagai jurnalis serta menjadi pembimbing dan pembina bagi insan pers di Kalimantan Tengah,” ujar Fikrol.

Ia menilai, pengalaman dan keteladanan Hartany merupakan sumber pembelajaran yang sangat berharga, terutama bagi jurnalis muda yang tengah membangun kapasitas dan memperkuat profesionalisme di tengah perkembangan dunia media yang semakin dinamis.

“Kita sekarang harus banyak belajar dari beliau. Lebih dari 30 tahun beliau mengabdikan diri untuk kemajuan pers di Kalimantan Tengah. Bahkan sampai sekarang, beliau tetap menjadi pembimbing bagi insan pers. Ini adalah keteladanan yang patut kita hormati dan teruskan,” katanya.

Bagi Fikrol, menghargai tokoh pers bukan hanya tentang mengenang jasa-jasa yang telah diberikan. Penghargaan juga menjadi pengingat bahwa kemajuan pers hari ini tidak lahir begitu saja, melainkan dibangun melalui proses panjang, pengorbanan, pengalaman, serta kerja keras para pendahulu.

Di tengah perubahan lanskap media, ketika arus informasi bergerak semakin cepat dan tuntutan publik terhadap akurasi kian tinggi, keberadaan tokoh yang bersedia berbagi pengalaman menjadi semakin penting. Generasi jurnalis yang lebih muda membutuhkan bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga bimbingan untuk menjaga etika, mempertahankan independensi, dan memahami tanggung jawab sosial profesinya.

Karena itu, penghormatan kepada Hartany Soekarno memiliki makna lebih luas daripada seremoni organisasi. Ia menjadi ruang untuk merawat ingatan kolektif tentang perjalanan pers sekaligus meneguhkan pentingnya hubungan antargenerasi dalam menjaga kualitas jurnalistik.

Memasuki usia ke-27, IPJI diharapkan tidak hanya semakin matang sebagai organisasi, tetapi juga semakin kuat dalam membangun solidaritas, meningkatkan profesionalisme, dan melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas serta bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi DPW IPJI Kalteng, penghargaan kepada Hartany Soekarno menjadi salah satu cara menegaskan bahwa jasa seorang jurnalis tidak berhenti ketika waktu berlalu. Selama pengalaman dan nilai-nilai yang diwariskannya terus dipelajari, pengabdian itu akan tetap hidup dalam karya generasi berikutnya.

Sebab, pada akhirnya, ukuran terbesar seorang jurnalis bukan hanya seberapa lama ia menulis berita, melainkan seberapa jauh jejak pengabdiannya mampu menerangi perjalanan orang-orang yang datang setelahnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hartany Soekarno Terima Penghargaan, IPJI Kalteng Teguhkan Marwah Pers
Ketua Forum Kalimantan Membangun Supriyady Natae Ucapkan Selamat HUT ke-27 IPJI, Berharap Semakin Solid dan Berkembang
Keberatan atas Pemberitaan Blok Anyol, Mediasi Sengketa Lahan Riki–Darwin Diminta
Ketika Panggung Seni Kalteng di TMII Mulai Sunyi, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Karhutla di Kalimantan, Di Mana Negara dan Suara Wakil Rakyat?
Polda Kalteng Dalami Laporan Dugaan Penggelapan Dana Tali Asih Lahan Rp2,137 Miliar
Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha
Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM, Stok Kaltim Masih Terkendali

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Hartany Soekarno Terima Penghargaan, IPJI Kalteng Teguhkan Marwah Pers

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Lebih dari 30 Tahun Mengabdi untuk Pers: DPW IPJI Kalteng Anugerahkan Penghargaan kepada Hartany Soekarno

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Ketua Forum Kalimantan Membangun Supriyady Natae Ucapkan Selamat HUT ke-27 IPJI, Berharap Semakin Solid dan Berkembang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Keberatan atas Pemberitaan Blok Anyol, Mediasi Sengketa Lahan Riki–Darwin Diminta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Ketika Panggung Seni Kalteng di TMII Mulai Sunyi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Berita Terbaru

News

HUT IKATAN PENULIS DAN JURNALIS INDONESIA

Senin, 26 Okt 2026 - 12:12 WIB