PALANGKA RAYA, — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia resmi menggelar rangkaian acara Serah Terima (BAST) Hibah, Pemberian Penghargaan P4GN, dan Kuliah Umum yang berlangsung di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026). Momentum ini diselenggarakan untuk memperkuat komitmen, menjalin sinergi lintas sektor, serta mengedukasi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Kepala BNNP Kalimantan Tengah, Mada Roostanto, menyatakan bahwa kehadiran Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menjadi suntikan motivasi bagi jajarannya untuk memperluas jangkauan pencegahan dan perlindungan masyarakat.
“Pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan semua pihak sesuai dengan peran masing-masing. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan keluarga memiliki peran penting dalam membangun ketahanan masyarakat,” tutur Mada.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menegaskan pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan bersih dari narkoba sebagai fondasi utama menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menyoroti ancaman nyata peredaran narkotika yang telah merambah hingga tingkat pedesaan.
Suyudi memaparkan bukti kasus temuan 45,96 gram sabu jaringan Tumbang Samba (Katingan) hingga Kecamatan Timpah (Kapuas) yang dikendalikan dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya sebagai peringatan keras pentingnya kewaspadaan lintas wilayah.
“Penanganan narkotika tidak cukup melalui regulasi dan penegakan hukum. Pencegahan perlu diperkuat melalui SAKA Anti Narkoba, disertai rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan serta pemberdayaan masyarakat agar tetap mandiri dan produktif,” tegas Suyudi.
Mengaitkan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Suyudi mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Tengah untuk berani menolak narkoba sebagai bentuk kedaulatan sejati dan penyiapan generasi masa depan yang tangguh.



















Komentar