Sorotan Warga di Desa Muara Pari: Proyek Mangkrak hingga Dugaan Minimnya Transparansi Dana Desa

Selasa, 10 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MUARA TEWEH – Kondisi pembangunan di Desa Muara Pari, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menjadi sorotan sejumlah warga. Beberapa proyek pembangunan yang dikerjakan pemerintah desa dilaporkan belum selesai hingga kini, bahkan ada yang dinilai terbengkalai.

Informasi tersebut disampaikan sejumlah tokoh masyarakat dan mantan aparat desa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan saat ditemui awak media di Muara Teweh baru-baru ini.

Salah satu proyek yang disoroti adalah pembangunan Balai Pertemuan Desa. Bangunan tersebut sebelumnya direhabilitasi secara menyeluruh oleh pemerintah desa, namun hingga beberapa tahun terakhir pengerjaannya disebut belum rampung sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Padahal sebelumnya gedung itu masih bisa dipakai. Menurut kami, mungkin cukup dengan renovasi ringan saja,” ujar seorang warga.

Selain balai desa, warga juga menyoroti kondisi jembatan penyeberangan di Jalan Meranti RT 03 yang menjadi akses menuju Desa Muara Pari. Jembatan tersebut diketahui telah dibongkar untuk proses pembangunan kembali, namun hingga kini pengerjaannya disebut belum selesai.

Di sisi lain, masyarakat menilai pemerintah desa justru lebih banyak mengadakan kendaraan operasional. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat sekitar delapan unit sepeda motor yang dibeli menggunakan anggaran desa untuk menunjang kegiatan aparatur desa.

Namun menurut salah satu mantan aparat desa, kendaraan tersebut kerap digunakan layaknya milik pribadi, meskipun secara administrasi tercatat sebagai aset desa yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).

Tidak hanya itu, masyarakat juga menyebut adanya pengadaan satu unit mobil Toyota Hilux berwarna hitam yang diduga menggunakan anggaran dana desa. Warga mengaku tidak mengetahui secara jelas proses pengadaan kendaraan tersebut karena tidak ada sosialisasi atau pembahasan terbuka dengan masyarakat.

“Pembelian mobil itu kami tidak pernah diberitahu secara jelas, tidak ada rapat atau penyampaian kepada masyarakat,” ungkap seorang warga.

Melalui pemberitaan media, masyarakat Desa Muara Pari berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Barito Utara, dapat turun langsung meninjau kondisi desa mereka. Warga juga meminta Inspektorat maupun instansi terkait melakukan audit terhadap penggunaan dana desa dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut warga, transparansi penggunaan anggaran desa dinilai menurun dibanding sebelumnya. Salah satu indikator yang disoroti adalah tidak lagi dipasangnya baliho laporan penggunaan dana desa di lingkungan desa.

Selain persoalan pembangunan dan anggaran, masyarakat juga menyoroti kinerja aparatur desa yang dinilai kurang maksimal. Mereka menyebut beberapa perangkat desa jarang berada di kantor karena lebih sering menjalankan aktivitas di luar desa.

Warga juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum pemerintah desa dalam aktivitas jual beli lahan yang berkaitan dengan investasi pertambangan batu bara di wilayah tersebut. Aktivitas tersebut disebut-sebut turut memicu sejumlah sengketa lahan di masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Muara Pari belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai informasi yang disampaikan warga. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak pemerintah desa guna memperoleh klarifikasi dan tanggapan atas berbagai persoalan tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Narkoba Mengancam Desa, BNN RI Serukan Kewaspadaan
Karhutla di Langkai Permai Meluas, Polsek Pahandut Bersama Warga Lakukan Pemadaman
Jembatan Sei Katingan Diperbaiki, Arus Lalu Lintas Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
Warga Komplek Asabri 3 Palangka Raya Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba dan Panggung Hiburan
IPJI Kalteng Maknai HUT RI ke-81 sebagai Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat
Rapat Tertutup Soal Tali Asih PPKH 281 PT NPR Dipersoalkan, Pemilik Lahan: Hak Kami Jangan Dihilangkan
Arjoni: GP Ansor Kalteng Siap Mandiri Secara Ekonomi dan Bersinergi Tangani Karhutla
Disorot FKM, PUPR Kalteng Klaim Proyek Bahatap Besar Sesuai Kontrak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Narkoba Mengancam Desa, BNN RI Serukan Kewaspadaan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Karhutla di Langkai Permai Meluas, Polsek Pahandut Bersama Warga Lakukan Pemadaman

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:12 WIB

Jembatan Sei Katingan Diperbaiki, Arus Lalu Lintas Diberlakukan Sistem Buka-Tutup

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Warga Komplek Asabri 3 Palangka Raya Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba dan Panggung Hiburan

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:30 WIB

IPJI Kalteng Maknai HUT RI ke-81 sebagai Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Berita Terbaru

Borneo

Narkoba Mengancam Desa, BNN RI Serukan Kewaspadaan

Jumat, 21 Agu 2026 - 12:17 WIB