Suara Rakyat Tak Boleh Dibungkam

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini — Negara yang sehat bukanlah negara yang sepi dari kritik. Justru, demokrasi tumbuh dari keberanian rakyat menyampaikan pendapat, gagasan, hingga kegelisahan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya.

Namun belakangan ini, muncul kegelisahan di tengah masyarakat. Banyak orang mulai merasa takut untuk berbicara. Tak sedikit yang memilih diam, meski sebenarnya memiliki keresahan terhadap kondisi sosial, hukum, ekonomi, maupun pelayanan publik. Ada kekhawatiran bahwa suara kritis akan disalahartikan, bahkan dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap negara.

Padahal sejatinya, kritik bukanlah tanda kebencian kepada bangsa. Kritik adalah bentuk kepedulian. Sebab seseorang yang masih mau bersuara, sesungguhnya masih memiliki harapan agar negeri ini menjadi lebih baik.

Jika masyarakat biasa tidak diperbolehkan berbicara, lalu bagaimana caranya rakyat bisa ikut menjadi bagian dalam memperbaiki negara? Demokrasi tidak akan berjalan sehat apabila ruang publik dipenuhi rasa takut. Negara justru membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mengawasi, mengingatkan, sekaligus memberikan masukan demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan berpihak kepada rakyat.

Kebebasan berpendapat sendiri telah dijamin dalam konstitusi. Namun tentu, kebebasan itu juga harus dijalankan dengan tanggung jawab. Kritik harus disampaikan dengan data, etika, dan tanpa fitnah. Sebaliknya, negara juga perlu memastikan bahwa masyarakat tidak hidup dalam bayang-bayang ketakutan hanya karena menyampaikan pandangan secara terbuka.

Pers, akademisi, aktivis, hingga masyarakat biasa memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga demokrasi. Sebab sejarah membuktikan, kemajuan sebuah bangsa lahir bukan dari suara yang dibungkam, melainkan dari keberanian rakyat dan pemimpinnya untuk saling mendengar.

Bangsa ini terlalu besar untuk dibangun dengan ketakutan. Negara akan jauh lebih kuat apabila kritik dipandang sebagai energi perbaikan, bukan ancaman. Karena pada akhirnya, suara rakyat adalah bagian penting dari denyut demokrasi itu sendiri(Jhon Kenedy, Jurnalis di Kalimantan Tengah)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

OPINI: Kasus PT AKT dan Ujian Keseriusan Penegakan Hukum di Kalimantan Tengah
Kasus PT AKT Rp4,2 Triliun Memanas, SUMBO-FKM Minta Jampidsus Periksa Sejumlah Tokoh Kalteng
Tokoh Pers Kalteng Berkumpul, DPW IPJI Dorong Kolaborasi dan Profesionalisme Jurnalistik
Ritual tiwah upacara suci umat hindu kaharingan.
DPW IPJI Kalteng Gelar Pemotongan Sapi Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial dan Kebersamaan
Iduladha 1447 H, PT Asmin Bara Bronang dan PT Tuah Turangga Agung Salurkan Sapi Kurban di Bangkuang
Semangat Berbagi, Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Karau Kuala
KETUA SUMBO KALIMANTAN TENGAH

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:10 WIB

OPINI: Kasus PT AKT dan Ujian Keseriusan Penegakan Hukum di Kalimantan Tengah

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:48 WIB

Suara Rakyat Tak Boleh Dibungkam

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:21 WIB

Kasus PT AKT Rp4,2 Triliun Memanas, SUMBO-FKM Minta Jampidsus Periksa Sejumlah Tokoh Kalteng

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:30 WIB

Tokoh Pers Kalteng Berkumpul, DPW IPJI Dorong Kolaborasi dan Profesionalisme Jurnalistik

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:44 WIB

Ritual tiwah upacara suci umat hindu kaharingan.

Berita Terbaru

Borneo

Suara Rakyat Tak Boleh Dibungkam

Rabu, 3 Jun 2026 - 06:48 WIB

Borneo

Ritual tiwah upacara suci umat hindu kaharingan.

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:44 WIB