Bahu Jalan Nyaris Tak Ada, Sopir Minta BPJN Bertindak

Jumat, 24 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MUARA TEWEH – Keluhan para sopir angkutan barang yang setiap hari melintasi ruas jalan nasional menuju Kabupaten Barito Utara kian memuncak. Kondisi badan jalan yang dinilai terlalu sempit, minim bahkan tidak memiliki bahu jalan, serta posisi badan jalan yang jauh lebih tinggi dari permukaan tanah di sisi kiri dan kanan disebut menjadi penyebab seringnya terjadi insiden lalu lintas.(24/07)

Sejumlah sopir mengaku harus menghadapi risiko tinggi setiap kali berpapasan dengan kendaraan besar dari arah berlawanan. Sedikit saja roda keluar dari badan jalan, kendaraan berpotensi terguling karena tidak adanya bahu jalan yang memadai.

“Jalan ini sempit, bahunya hampir tidak ada. Badan jalannya juga tinggi. Kalau sedikit keluar, ban langsung amblas dan truk bisa terguling. Hampir setiap hari ada saja kejadian,” ungkap salah seorang sopir yang enggan disebutkan namanya.

Menurut para pengemudi, kondisi tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga menghambat distribusi logistik menuju wilayah DAS Barito yang menjadi jalur utama angkutan barang.

Merasa keluhan mereka selama ini belum mendapat perhatian serius, gabungan sopir angkutan barang dikabarkan tengah mempersiapkan laporan pengaduan resmi kepada Kementerian PUPR. Laporan tersebut akan memuat dokumentasi kondisi lapangan, titik-titik rawan kecelakaan, hingga daftar insiden yang diduga dipicu oleh sempitnya badan jalan dan tidak tersedianya bahu jalan.

Para sopir mendesak BPJN segera melakukan evaluasi teknis terhadap ruas jalan nasional tersebut, termasuk pelebaran badan jalan, pembangunan bahu jalan sesuai standar keselamatan, serta penataan elevasi badan jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari BPJN Kalimantan Tengah terkait rencana pengaduan para sopir maupun tuntutan agar dilakukan pelebaran dan peningkatan standar keselamatan pada ruas jalan nasional menuju Kabupaten Barito Utara.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Keberatan atas Pemberitaan Blok Anyol, Mediasi Sengketa Lahan Riki–Darwin Diminta
Ketika Panggung Seni Kalteng di TMII Mulai Sunyi, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Karhutla di Kalimantan, Di Mana Negara dan Suara Wakil Rakyat?
Polda Kalteng Dalami Laporan Dugaan Penggelapan Dana Tali Asih Lahan Rp2,137 Miliar
Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha
Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM, Stok Kaltim Masih Terkendali
H. Nadalsyah (Koyem) Wafat, IPJI Kalteng Sampaikan Duka Mendalam
IPJI, SPRI, AWPI, IWO dan FKM Bersatu Bagikan Ribuan Masker

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Keberatan atas Pemberitaan Blok Anyol, Mediasi Sengketa Lahan Riki–Darwin Diminta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Ketika Panggung Seni Kalteng di TMII Mulai Sunyi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Karhutla di Kalimantan, Di Mana Negara dan Suara Wakil Rakyat?

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM, Stok Kaltim Masih Terkendali

Berita Terbaru

News

HUT IKATAN PENULIS DAN JURNALIS INDONESIA

Senin, 26 Okt 2026 - 12:12 WIB