PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Barigas, Mapolda Kalteng, Jalan Tjilik Riwut Km 1, Palangka Raya, Rabu (1/7/2026).
Upacara dipimpin Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Pangdam XXII/Tambun Bungai, unsur Forkopimda, pejabat utama Polda, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Dalam amanatnya, Brigjen Yosi menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, yang menegaskan orientasi pengabdian Polri kepada kepentingan rakyat.
“Tema ini mengandung pesan penting agar setiap pelaksanaan tugas kepolisian senantiasa berlandaskan semangat pelayanan dan kepentingan masyarakat, sehingga tercipta kehidupan yang aman, tenteram, dan sejahtera,” ujarnya.
Ia menegaskan, arah kebijakan Polri saat ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni profesional, responsif, dan humanis. Ketiga prinsip tersebut menjadi bagian dari transformasi menuju Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).
Menurutnya, Polda Kalteng akan terus memperkuat pelayanan publik, termasuk optimalisasi layanan darurat 110 dan fungsi Samapta, sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.
Selain itu, Polda Kalteng juga berkomitmen mendukung program prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045 melalui sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, dan kelompok tani dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya pengembangan komoditas jagung.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara turut diisi dengan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat serta penampilan tari kolosal Nyiru.
“Keberhasilan Polri tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat. Semangat ‘Polri untuk Masyarakat’ akan terus menjadi pedoman kami untuk hadir lebih dekat, melayani dengan tulus, dan melindungi dengan sepenuh hati,” kata Budi.







