Palangkaraya, — Pihak Satuan Kerja (Satker) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah melalui Kepala Satuan Kerja Kasatker) Wilayah I memberikan klarifikasi terkait insiden ambrolnya fasilitas saluran air yang sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas baru-baru ini.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) menegaskan bahwa struktur yang roboh tersebut bukanlah box culvert (gorong-gorong beton kotak) seperti informasi yang beredar, melainkan gorong-gorong baja bergelombang atau tipe Aramco.
“Yang roboh itu bukan box culvert, tapi gorong-gorong Aramco yang dibangun sejak tahun 1990-an. Jadi memang usianya sudah mencapai 36 tahun,” ujarnya, Rabu (08/07/2026).
Merespons kejadian tersebut, pihak Balai langsung bergerak cepat melakukan langkah antisipasi di lapangan. Saat ini, petugas sedang fokus melakukan penanganan darurat berupa penimbunan kembali area yang amblas.
Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek demi memastikan jalur tersebut dapat segera fungsional dan tidak menimbulkan kemacetan panjang atau mengganggu arus lalu lintas warga.
Mengingat usia pakai gorong-gorong Aramco yang sudah sangat tua, penimbunan ini dinilai hanya bersifat sementara. Sebagai solusi permanen, pihak Balai telah menyusun rencana tindak lanjut yang lebih kokoh.
Pihak Balai resmi mengusulkan anggaran untuk pembangunan struktur box culvert baru pada tahun depan. Penggantian material menjadi beton kotak ini dinilai jauh lebih kuat dan tahan lama.
“Kami mengusulkan agar tahun depan bisa dibangun box culvert yang baru, sehingga struktur jalan menjadi jauh lebih kokoh dan kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang,” pungkasnya.







