Kredit Macet Rp200 Miliar di Bank Kalteng, Ketua SUMBO Desak Transparansi dan Soroti Lemahnya Pengawasan

Senin, 31 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya – Kasus dugaan kredit bermasalah senilai Rp200 miliar yang menimpa Bank Kalteng terus menuai sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Ketua Perkumpulan Suara Masyarakat Borneo (SUMBO), Diamon, menyampaikan pernyataan tegas menanggapi persoalan tersebut. Ia menyoroti lemahnya sistem pengawasan internal bank dan mempertanyakan kapabilitas pimpinan dalam mengelola risiko kredit.(31/08)

Dalam siaran pers yang diterima media ini, Diamon menegaskan bahwa publik berhak mendapatkan penjelasan yang terbuka dan berbasis data dari manajemen Bank Kalteng. Menurutnya, isu ini tidak boleh dibiarkan mengambang tanpa klarifikasi resmi, mengingat Bank Kalteng adalah lembaga keuangan daerah yang mengelola dana publik dan memiliki posisi strategis bagi perekonomian Kalimantan Tengah.

“Publik menunggu penjelasan manajemen Bank Kalteng terkait angka Rp200 miliar tersebut, termasuk sektor kredit yang bermasalah, status penanganannya, serta apakah terdapat indikasi pelanggaran dalam proses pemberian kredit,” ujar Diamon dalam rilisnya.

Lebih lanjut, Diamon menyoroti lemahnya fungsi pengawasan internal yang diduga menjadi akar masalah. Ia mempertanyakan mengapa sistem peringatan dini (early warning system) dan prosedur analisis kredit tidak mampu mendeteksi potensi kredit macet sejak awal. Jika ditemukan adanya penyimpangan prosedur dalam penyaluran kredit, Diamon meminta agar mekanisme audit internal dan aparat penegak hukum bekerja sesuai ketentuan yang berlaku.

“Apabila dalam proses penyaluran kredit ditemukan indikasi penyimpangan, maka pengawasan internal maupun aparat penegak hukum perlu bekerja sesuai ketentuan. Namun, jika kredit bermasalah tersebut terjadi murni akibat persoalan usaha debitur, manajemen tetap dinilai perlu menjelaskan strategi penyelesaiannya agar persoalan tidak berkembang menjadi beban yang lebih besar,” tegasnya.

Sorotan terhadap kemampuan pimpinan Bank Kalteng juga menjadi perhatian serius. Diamon menilai kasus ini menjadi ujian bagi tata kelola dan kepemimpinan di tubuh bank milik daerah tersebut. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat dan investor sangat bergantung pada bagaimana manajemen menangani krisis ini secara transparan dan akuntabel.

Hingga berita ini ditayangkan, manajemen Bank Kalteng belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan klarifikasi yang diajukan oleh SUMBO dan pihak lainnya. Media ini masih terus berupaya mengonfirmasi pihak bank untuk memperoleh pernyataan resmi.

Kasus ini menjadi perhatian luas, terutama karena Bank Kalteng diketahui sedang dalam tahap persiapan untuk melantai di bursa saham (go public). Kondisi ini dinilai dapat mempengaruhi kepercayaan calon investor jika tidak segera ditangani dengan baik dan transparan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika Panggung Seni Kalteng di TMII Mulai Sunyi, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Karhutla di Kalimantan, Di Mana Negara dan Suara Wakil Rakyat?
Polda Kalteng Dalami Laporan Dugaan Penggelapan Dana Tali Asih Lahan Rp2,137 Miliar
Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha
Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM, Stok Kaltim Masih Terkendali
H. Nadalsyah (Koyem) Wafat, IPJI Kalteng Sampaikan Duka Mendalam
IPJI, SPRI, AWPI, IWO dan FKM Bersatu Bagikan Ribuan Masker
Disdukcapil Palangka Raya Jemput Bola Percepat Layanan IKD

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Ketika Panggung Seni Kalteng di TMII Mulai Sunyi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Karhutla di Kalimantan, Di Mana Negara dan Suara Wakil Rakyat?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Polda Kalteng Dalami Laporan Dugaan Penggelapan Dana Tali Asih Lahan Rp2,137 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM, Stok Kaltim Masih Terkendali

Berita Terbaru

Borneo

Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha

Senin, 12 Okt 2026 - 14:19 WIB