Hartany Soekarno ; Berita Bukan Sekadar Teks, Tetapi Napas Perjuangan

Senin, 15 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya – Di tengah maraknya pemberitaan yang kerap berfokus pada politik dan elite kekuasaan, seorang jurnalis asal Palangka Raya, Hartany Soekarno, memilih jalannya sendiri. Dengan semboyan “Jurnalis untuk Keadilan”, ia menegaskan bahwa profesi wartawan baginya bukan sekadar pekerjaan, melainkan sarana perjuangan.

Sejak awal kiprahnya, Hartany memandang pers sebagai wadah untuk menyuarakan kelompok yang kerap terpinggirkan. Dalam berbagai tulisan, ia mengangkat isu masyarakat kecil, pekerja, hingga komunitas yang terdesak arus pembangunan.

Isu-isu sengketa lahan, nasib warga miskin kota, hingga cerita getir kelompok marginal menjadi tema utama dalam laporannya. Hartany menuturkannya tanpa polesan, sehingga pembaca dapat merasakan langsung realitas ketidakadilan yang ia soroti.

“Media jangan hanya jadi penonton. Kita harus jadi penyambung suara mereka yang tak didengar,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Palangka Raya, Senin (15/9). Rumah sederhana itu juga menjadi tempatnya menulis sekaligus ruang terbuka bagi warga yang ingin menyampaikan keluhan.

Prinsip idealisme tersebut tidak jarang membuatnya berhadapan dengan tekanan. Namun, ia menegaskan keberpihakan pada rakyat kecil adalah inti dari jurnalisme. “Berita bukan sekadar teks, tetapi napas perjuangan,” tegasnya.

Dedikasi itu menjadikan Hartany bukan hanya saksi, melainkan juga penggerak. Karya jurnalistiknya tidak berhenti pada laporan formal, melainkan menghadirkan kisah hidup yang mengajak pembaca merenung.

Slogan “Jurnalis untuk Keadilan” yang ia usung, menurutnya, adalah komitmen yang melekat pada setiap langkah dan pilihan. Dengan konsistensi tersebut, Hartany Soekarno terus menjaga semangat perjuangan melalui tulisan, menghadirkan ruang bagi suara-suara yang selama ini kerap terabaikan.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jalur Katingan–Sampit Disesaki Angkutan Batu Bara
Jembatan Sei Katingan Diperbaiki, Arus Lalu Lintas Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
Warga Komplek Asabri 3 Palangka Raya Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba dan Panggung Hiburan
IPJI Kalteng Maknai HUT RI ke-81 sebagai Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat
Rapat Tertutup Soal Tali Asih PPKH 281 PT NPR Dipersoalkan, Pemilik Lahan: Hak Kami Jangan Dihilangkan
Arjoni: GP Ansor Kalteng Siap Mandiri Secara Ekonomi dan Bersinergi Tangani Karhutla
Disorot FKM, PUPR Kalteng Klaim Proyek Bahatap Besar Sesuai Kontrak
Dari Sekolah untuk Bumi Indonesia, Kado Istimewa HUT ke-67 SMAN 1 Palangka Raya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Jalur Katingan–Sampit Disesaki Angkutan Batu Bara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:12 WIB

Jembatan Sei Katingan Diperbaiki, Arus Lalu Lintas Diberlakukan Sistem Buka-Tutup

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Warga Komplek Asabri 3 Palangka Raya Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba dan Panggung Hiburan

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:30 WIB

IPJI Kalteng Maknai HUT RI ke-81 sebagai Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Rapat Tertutup Soal Tali Asih PPKH 281 PT NPR Dipersoalkan, Pemilik Lahan: Hak Kami Jangan Dihilangkan

Berita Terbaru

Borneo

Jalur Katingan–Sampit Disesaki Angkutan Batu Bara

Rabu, 19 Agu 2026 - 08:50 WIB