Kemitraan Pemerintah dan Media: Simbiosis yang Tak Terpisahkan

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya — Di beranda rumahnya yang sederhana, wartawan senior Hartany Soekarno menyambut awak media dengan senyum hangat. Pria yang dikenal dengan slogan “jurnalis untuk keadilan” itu berbicara santai, namun sarat makna, tentang pentingnya kemitraan antara pemerintah daerah dan media massa.

“Hubungan antara pemerintah dan media itu seperti simbiosis mutualisme — saling menguntungkan,” ujarnya tenang sambil menyeruput secangkir kopi hangat. “Apapun program pemerintah, media pasti akan memberitakannya. Baik itu keberhasilan, maupun kegagalan.” tambahnya lagi. Palangka Raya, Rabu (22/10/2025).

Menurut Hartany, media merupakan bagian dari pilar keempat demokrasi, berdampingan dengan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Namun, ia menilai peran pers sering kali menjadi yang paling kecil perhatiannya di antara ketiganya.

“Pers itu termasuk pilar keempat, tapi sering kali yang paling kecil. Padahal, tanpa media, masyarakat tidak akan tahu apa yang sedang dikerjakan pemerintah,” ucapnya sembari tersenyum tipis.

Hartany menekankan, kemitraan yang sehat antara pemerintah dan media bukan sekadar soal pemberitaan, tetapi juga soal kepercayaan dan saling menghargai. Ia mengajak pemerintah untuk lebih terbuka dan memberi ruang kepada media dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Kalau pemerintah membutuhkan media, ayolah saling memberi,” katanya. “Kalau pemerintah memperhatikan media, itu sebenarnya membantu memberdayakan masyarakat juga. Dari situ bisa tercipta lapangan pekerjaan dan kesempatan baru.”

Baginya, perhatian pemerintah terhadap media bukan hanya bentuk dukungan terhadap jurnalis, tetapi juga investasi dalam pembangunan sosial dan informasi yang sehat di masyarakat. Sebab, media yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kritis sekaligus mengajak pemerintah untuk menjalankan tata kelola pemerintahan yang transparan.

“Media itu bukan musuh pemerintah, Justru menjadi media mitra terbaik untuk membangun kepercayaan publik terhadap para pihak.” jelasnya.

Hartany juga tetap mengingatkan kepada para insan pers agar selalu mengedepankan Kode etik jurnalistik dalam menulis sebuah pemberitaan, “kode etik Jurnalistik itu adalah suatu Kaidah yang harus dijadikan “kiblat” dalam sebuah penulisan para jurnalis,” Pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPP LIN Tegaskan Pergantian Ketua DPD Kalteng, Mandala III Klarifikasi Polemik PT Flora
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Asmin Bara Bronang Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Misteri 7.215 Hektare Lahan Eks BJAP, Statusnya Belum Jelas
FKM Soroti Proyek Jalan Desa Pulau Kaladan Rp1 Miliar, Minta PUPR Kapuas Beri Klarifikasi
Publik Soroti Komitmen Lingkungan PT Rimau Energi Mining di Barito Timur
Kapolda Kalteng Ajak Media Perkuat Kemitraan di Hari Bhayangkara ke-80
Sosialisasi DAD Barito Utara ke PT BEK Tuai Pro Kontra: Ormas Dayak Desak Pembekuan DAD Barut
Turangga Resources Raih Gold Award ISA 2026 Berkat Program Rehabilitasi DAS di Kalteng

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:50 WIB

DPP LIN Tegaskan Pergantian Ketua DPD Kalteng, Mandala III Klarifikasi Polemik PT Flora

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:03 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Asmin Bara Bronang Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:41 WIB

Misteri 7.215 Hektare Lahan Eks BJAP, Statusnya Belum Jelas

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:47 WIB

FKM Soroti Proyek Jalan Desa Pulau Kaladan Rp1 Miliar, Minta PUPR Kapuas Beri Klarifikasi

Senin, 15 Juni 2026 - 07:20 WIB

Publik Soroti Komitmen Lingkungan PT Rimau Energi Mining di Barito Timur

Berita Terbaru