Sensasi Kuliner Terapung: Gado-Gado dan Soto Banjar Dijajakan Lewat Kelotok di Sungai Barito

Jumat, 23 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Buntok – Aroma gado-gado dan soto Banjar kini tak hanya menguar dari warung darat. Di pinggiran Sungai Barito, tepatnya di wilayah Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, kuliner khas ini justru hadir dengan cara unik, yakni dijajakan menggunakan petahu bermesin atau kelotok, menyusuri sungai dan anak sungainya setiap hari.

Fenomena kuliner terapung ini kian diminati warga. Kelotok milik pedagang gado-gado dan soto Banjar tampak hilir mudik sejak pagi hingga siang, menambat di lanting-lanting warga begitu ada pembeli yang memanggil. Sensasi menikmati sajian khas sambil menyatu dengan denyut kehidupan sungai menjadi daya tarik tersendiri.

“Ini bukan sekadar soal makanan, tapi juga nostalgia dan kemudahan,” ujar H Supriadi G, warga Kelurahan Bangkuang, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, keberadaan pedagang kelotok sangat membantu warga, terutama yang tinggal di bantaran sungai.

“Kami tidak perlu jauh-jauh. Tinggal panggil, kelotok merapat, gado-gado atau soto Banjar langsung bisa dinikmati,” katanya.

Selain praktis, rasa menjadi alasan utama. H Supriadi menilai, cita rasa gado-gado dengan bumbu kacang kental dan soto Banjar berkuah gurih racikan pedagang kelotok justru terasa lebih autentik.

“Mungkin karena dimasak dan disajikan dengan cara tradisional, rasanya khas sekali,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Leli Herawati, warga setempat yang mengaku rutin menunggu kelotok gado-gado dan soto Banjar melintas. Baginya, pedagang kuliner sungai bukan hanya pelengkap, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat Barito.

Menurut Leli, kehadiran pedagang kelotok juga menjaga denyut ekonomi rakyat kecil.

“Mereka berjualan dengan cara sederhana, tapi pembelinya banyak. Ini bukti kalau kuliner lokal masih sangat dicintai,” ujarnya.

Tradisi berjualan lewat sungai ini menjadi potret hidup bagaimana Sungai Barito tetap berfungsi sebagai jalur ekonomi dan budaya.

Di tengah gempuran kuliner modern, gado-gado dan soto Banjar kelotok justru tampil sebagai simbol kearifan lokal yang bertahan, mengenyangkan perut sekaligus merawat identitas masyarakat bantaran sungai.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Karhutla di Langkai Permai Meluas, Polsek Pahandut Bersama Warga Lakukan Pemadaman
Jembatan Sei Katingan Diperbaiki, Arus Lalu Lintas Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
Warga Komplek Asabri 3 Palangka Raya Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba dan Panggung Hiburan
IPJI Kalteng Maknai HUT RI ke-81 sebagai Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat
Rapat Tertutup Soal Tali Asih PPKH 281 PT NPR Dipersoalkan, Pemilik Lahan: Hak Kami Jangan Dihilangkan
Arjoni: GP Ansor Kalteng Siap Mandiri Secara Ekonomi dan Bersinergi Tangani Karhutla
Disorot FKM, PUPR Kalteng Klaim Proyek Bahatap Besar Sesuai Kontrak
Dari Sekolah untuk Bumi Indonesia, Kado Istimewa HUT ke-67 SMAN 1 Palangka Raya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Karhutla di Langkai Permai Meluas, Polsek Pahandut Bersama Warga Lakukan Pemadaman

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:12 WIB

Jembatan Sei Katingan Diperbaiki, Arus Lalu Lintas Diberlakukan Sistem Buka-Tutup

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Warga Komplek Asabri 3 Palangka Raya Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba dan Panggung Hiburan

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:30 WIB

IPJI Kalteng Maknai HUT RI ke-81 sebagai Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Rapat Tertutup Soal Tali Asih PPKH 281 PT NPR Dipersoalkan, Pemilik Lahan: Hak Kami Jangan Dihilangkan

Berita Terbaru