Sutik Dorong Pengelolaan Lahan Gambut Produktif untuk Tekan Risiko Karhutla

Senin, 3 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA — Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sutik, mendorong pemanfaatan lahan gambut secara produktif dan berkelanjutan sebagai salah satu upaya preventif untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi saat musim kemarau.

Menurut Sutik, lahan yang tidak dikelola berpotensi lebih mudah terbakar ketika kondisi lingkungan memasuki periode kering. Karena itu, pemanfaatan lahan yang memungkinkan untuk dikelola masyarakat perlu diarahkan secara bijaksana dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum serta prinsip perlindungan lingkungan.

“Kalau lahannya bisa dimanfaatkan secara bijak dan ditanami tanaman yang sesuai, tentu akan lebih baik. Selain memberi manfaat bagi masyarakat, hal itu juga dapat membantu mengurangi potensi kebakaran,” ujar Sutik, Senin (3/8/2026).

Ia menilai pengelolaan lahan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan karhutla. Lahan yang dirawat dan memiliki nilai manfaat, kata dia, cenderung mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat yang berada di sekitarnya.

Di sisi lain, Sutik mengapresiasi langkah pemerintah bersama tim gabungan yang hingga kini terus melakukan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Upaya pemadaman dinilai membutuhkan kerja keras dan koordinasi lintas pihak, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan gambut.

Menurutnya, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Api dapat bertahan dan menyebar di bawah permukaan tanah sehingga penanganannya membutuhkan waktu, tenaga, serta sumber daya yang lebih besar.

“Petugas sudah bekerja keras di lapangan, termasuk melalui pemadaman darat dan dukungan dari udara. Namun, kondisi lahan gambut memang membuat proses pemadaman tidak mudah,” katanya.

Sutik menegaskan, pengendalian karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan aparat. Partisipasi masyarakat diperlukan, terutama dalam melakukan pengawasan dan menjaga kondisi lahan di wilayah masing-masing.

Ia berpandangan, pemanfaatan lahan secara produktif dapat mendorong tumbuhnya rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan. Ketika lahan dikelola serta dirawat dengan baik, masyarakat akan memiliki kepentingan untuk ikut mencegah terjadinya kebakaran.

“Kalau lahan dimanfaatkan dan dirawat, masyarakat tentu akan ikut menjaga. Karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak sangat diperlukan agar kejadian karhutla dapat terus ditekan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menyeberangi Sungai Demi Sekolah, Akses Pendidikan di Pedalaman Katingan Jadi Sorotan
DPRD Kalteng Dorong Pemuda Dilibatkan dalam Program Padat Karya
Karhutla Kalteng Harus Dipadamkan Sejak Api Pertama Terdeteksi
Faridawaty Dorong Pemerataan Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Pembangunan Kalteng
10 Miliar Disiapkan untuk Lanjutkan Pengaspalan Jalan Patung-Hayaping
FISDAWAN Kalteng Dalami Warisan Batik Nusantara di Museum Batik Indonesia
Arton S Dohong: Penguatan Guru Menjadi Kunci Menyiapkan SDM Unggul Kalteng
Tiga Perusahaan Sawit di Bartim Dinilai Tuntas Penuhi Kewajiban Plasma

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Menyeberangi Sungai Demi Sekolah, Akses Pendidikan di Pedalaman Katingan Jadi Sorotan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Karhutla Kalteng Harus Dipadamkan Sejak Api Pertama Terdeteksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Faridawaty Dorong Pemerataan Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Pembangunan Kalteng

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:07 WIB

10 Miliar Disiapkan untuk Lanjutkan Pengaspalan Jalan Patung-Hayaping

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:03 WIB

FISDAWAN Kalteng Dalami Warisan Batik Nusantara di Museum Batik Indonesia

Berita Terbaru

Borneo

Jalur Katingan–Sampit Disesaki Angkutan Batu Bara

Rabu, 19 Agu 2026 - 08:50 WIB