Palangka Raya — Menjelang senja di bulan suci Ramadan, suasana di tepi jalan perlahan berubah. Arus kendaraan yang padat oleh para pekerja yang bergegas pulang bercampur dengan wajah-wajah yang menanti detik-detik azan magrib. Di tengah hiruk pikuk itu, sebuah pemandangan sederhana menghadirkan kehangatan yang menyejukkan hati.
Beberapa orang tampak berdiri di pinggir jalan sambil menenteng kantong-kantong berisi takjil. Dengan senyum ramah, mereka menyapa para pengendara yang melintas, lalu menyerahkan paket kecil berisi minuman manis dan makanan pembuka puasa. Satu per satu pengendara menerima dengan wajah penuh syukur, ada yang tersenyum, ada pula yang mengangguk sebagai tanda terima kasih.
Bagi sebagian orang yang masih berada di perjalanan, seteguk minuman dan sepotong makanan itu menjadi penyelamat sederhana agar mereka tetap dapat berbuka tepat waktu. Momen kecil itu menghadirkan rasa hangat di tengah perjalanan yang panjang menjelang waktu berbuka.
Di antara mereka yang terlibat dalam kegiatan berbagi tersebut, tampak Ketua Forum Kalimantan Membangun, Supriady Natae. Bersama Ketua DPW IPJI (Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia), yang turut turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas.
Bagi Supriady, Ramadan bukan sekadar momentum menjalankan ibadah puasa, tetapi juga waktu yang tepat untuk menumbuhkan dan memperkuat kepedulian sosial.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk saling berbagi. Kami ingin masyarakat yang masih berada di perjalanan tetap bisa berbuka tepat waktu. Semoga apa yang kami lakukan hari ini membawa berkah bagi kita semua,” ujarnya di sela-sela kegiatan, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurutnya, berbagi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Justru dari hal-hal sederhana, nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian dapat tumbuh serta dirasakan oleh banyak orang.
Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi ruang kebersamaan antara masyarakat, komunitas, dan para insan pers yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di tengah kesibukan kota dan padatnya lalu lintas menjelang senja, kepedulian seperti ini menjadi pengingat bahwa Ramadan selalu menghadirkan kesempatan untuk saling menguatkan.
Ketika matahari perlahan tenggelam di ufuk barat dan azan magrib segera berkumandang, paket-paket takjil itu tak hanya menjadi makanan pembuka puasa. Lebih dari itu, ia menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, dan harapan bahwa kebaikan sekecil apa pun akan selalu menemukan jalannya untuk menyentuh hati sesama.







