Manipulasi Sistem IT, Oknum Asisten Card Center PT Bank BPD Kalteng Sedot Rp16,4 Miliar Lewat 205 Transaksi Fiktif

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangkaraya — Seorang karyawan PT Bank BPD Kalteng berinisial R didakwa melakukan tindak pidana perbankan dengan membobol dana perusahaan sebesar Rp16.473.675.000. Persidangan dengan agenda tuntutan dijadwalkan akan digelar, kamis (02/04/2026) di Pengadilan Negeri Palangka Raya.

Terdakwa yang menjabat sebagai Asisten Card Center melakukan manipulasi sistem IT bank untuk menarik dana melalui 205 transaksi ilegal sejak November 2023 hingga Agustus 2024. Aksi tersebut dilakukan di Kantor Pusat Bank Kalteng, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, dengan memanfaatkan celah keamanan pada menu “reset” password.(01/04/2026)

Berdasarkan fakta persidangan di Pengadilan Negeri Palangka Raya, terdakwa mencatut User ID milik atasannya untuk memberikan persetujuan (approval) transaksi secara mandiri. Ia menyamarkan aliran dana tersebut seolah-olah sebagai transaksi pembayaran gaji (payroll) pihak ketiga agar tidak memicu kecurigaan sistem pengawasan internal.

“Terdakwa di persidangan mengakui perbuatannya dan mengaku menyesal,” kata Yohana didampingi Dani, tim penasehat hukum yang mendampingi.

Uang hasil kejahatan tersebut diakui terdakwa habis digunakan untuk bermain judi online jenis slot dengan nilai deposit mencapai Rp300 juta per hari. Selain judi, dana miliaran rupiah itu juga mengalir untuk pembelian aset berupa tanah kost, mobil Innova Reborn, laptop mewah, hingga perhiasan emas untuk keluarga.

Saksi ahli menyebutkan, terdapat kelemahan serius dalam sistem manajemen hak akses (segregation of duties) di unit kerja IT bank tersebut. Hal ini memungkinkan staf level biasa mengakses fitur vital yang seharusnya hanya dimiliki oleh pimpinan atau bagian IT pusat.

Meski merugikan belasan miliar rupiah, pihak manajemen memastikan operasional bank tetap stabil karena total aset perusahaan mencapai Rp15 triliun. Terdakwa kini terancam hukuman berat berdasarkan Pasal 49 ayat (1) UU RI No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dugaan Pelanggaran Etik, Aliansi Laporkan Penyidik Polda Kalteng di Jakarta
BI Kalteng Paparkan Prospek Ekonomi 2026, Pemprov Tekankan Penguatan Pangan dan Hilirisasi
Sorotan Dana Pokir, Aliansi Desak Kejati Periksa DPRD Kalteng
PT Asmin Bara Bronang Bersama Mitra Dukung Penegerian Sekolah di Kabupaten Kapuas
SUMBO Desak Transparansi Kerugian Negara dalam Kasus Tambang Ilegal PT AKT
Aliansi Masyarakat Kalteng Bergerak Apresiasi Pers dalam Mengawal Krisis BBM
FKM Soroti Distribusi BBM, Antrian Mengular Hampir di Semua SPBU
Vonis 9 Tahun Untuk Pembobol Bank Pembangunan Kalteng

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 13:33 WIB

Dugaan Pelanggaran Etik, Aliansi Laporkan Penyidik Polda Kalteng di Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:43 WIB

BI Kalteng Paparkan Prospek Ekonomi 2026, Pemprov Tekankan Penguatan Pangan dan Hilirisasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:49 WIB

Sorotan Dana Pokir, Aliansi Desak Kejati Periksa DPRD Kalteng

Senin, 11 Mei 2026 - 13:47 WIB

PT Asmin Bara Bronang Bersama Mitra Dukung Penegerian Sekolah di Kabupaten Kapuas

Senin, 11 Mei 2026 - 13:24 WIB

SUMBO Desak Transparansi Kerugian Negara dalam Kasus Tambang Ilegal PT AKT

Berita Terbaru