Jalan dan Jembatan Pelosok Kalteng Diminta Jadi Prioritas Pembangunan

Selasa, 4 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA, 4 Agustus 2026 — Pemerataan pembangunan di Kalimantan Tengah dinilai tidak cukup hanya diukur dari geliat pembangunan di kawasan perkotaan. Akses jalan dan jembatan di wilayah pelosok juga perlu mendapat perhatian serius pemerintah karena berkaitan langsung dengan kemudahan masyarakat memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, hingga mengembangkan aktivitas ekonomi.

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Maryani Sabran, meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menempatkan pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan dan jembatan, sebagai salah satu prioritas dalam kebijakan pembangunan daerah.

Menurut Maryani, keterbatasan infrastruktur masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah pedesaan. Kondisi tersebut membuat mobilitas masyarakat menjadi sulit, bahkan berdampak pada akses anak-anak menuju sekolah.

“Lebih baik kita memprioritaskan hal-hal yang memang menjadi kebutuhan utama di Kalimantan Tengah. Contohnya pembangunan jembatan untuk akses anak-anak ke sekolah. Masih ada anak-anak yang bahkan tidak memakai sepatu dan harus menyeberang sungai karena tidak ada jembatan,” ujarnya, belum lama ini.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa pembangunan jalan dan jembatan memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar membuka akses transportasi. Infrastruktur yang memadai, menurut dia, dapat memperlancar anak-anak menuju sekolah, memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan, sekaligus membuka ruang bagi pergerakan ekonomi di desa.

Karena itu, ia mendorong agar penyusunan anggaran daerah benar-benar mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di lapangan. Program pembangunan yang diprioritaskan, kata Maryani, semestinya merupakan program yang memberikan manfaat langsung dan dapat dirasakan masyarakat secara luas.

“Kalau saya pemegang kebijakan, jangankan jembatan, jalan pun pasti akan saya bangun. Kita harus bekerja dengan hati. Saat merancang anggaran, pikirkanlah dengan matang apa yang benar-benar menjadi prioritas di Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Maryani mengatakan pandangannya tersebut bukan sekadar berdasarkan laporan atau aspirasi yang diterima di lembaga legislatif. Ia mengaku melihat langsung kondisi infrastruktur ketika melakukan kunjungan kerja ke sejumlah desa di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.

Dari kunjungan tersebut, ia menemukan masih adanya kebutuhan dasar masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi, termasuk persoalan akses jalan dan jembatan.

“Saat kami berkunjung ke desa-desa, di situlah kami melihat langsung kondisi masyarakat yang sebenarnya. Apa yang saya sampaikan ini berdasarkan fakta di lapangan, bukan tanpa dasar. Saya sering turun langsung ke pelosok-pelosok desa di Kalimantan Tengah,” katanya.

Ia berharap kondisi tersebut menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun agenda pembangunan daerah. Aspirasi masyarakat desa, menurut Maryani, perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan anggaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan dasar.

Dengan pembangunan jalan dan jembatan yang dilakukan secara berkelanjutan, ia meyakini kesenjangan akses antardaerah dapat ditekan. Pada akhirnya, pembangunan infrastruktur dasar diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga memperkuat pemerataan layanan publik dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di pelosok Kalimantan Tengah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menyeberangi Sungai Demi Sekolah, Akses Pendidikan di Pedalaman Katingan Jadi Sorotan
DPRD Kalteng Dorong Pemuda Dilibatkan dalam Program Padat Karya
Karhutla Kalteng Harus Dipadamkan Sejak Api Pertama Terdeteksi
Faridawaty Dorong Pemerataan Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Pembangunan Kalteng
10 Miliar Disiapkan untuk Lanjutkan Pengaspalan Jalan Patung-Hayaping
FISDAWAN Kalteng Dalami Warisan Batik Nusantara di Museum Batik Indonesia
Arton S Dohong: Penguatan Guru Menjadi Kunci Menyiapkan SDM Unggul Kalteng
Polemik Plang Penyegelan Fasilitas Publik, DPRD Kalteng Dorong Penelusuran Status Lahan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Menyeberangi Sungai Demi Sekolah, Akses Pendidikan di Pedalaman Katingan Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:41 WIB

DPRD Kalteng Dorong Pemuda Dilibatkan dalam Program Padat Karya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Karhutla Kalteng Harus Dipadamkan Sejak Api Pertama Terdeteksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Faridawaty Dorong Pemerataan Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Pembangunan Kalteng

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:07 WIB

10 Miliar Disiapkan untuk Lanjutkan Pengaspalan Jalan Patung-Hayaping

Berita Terbaru

DPRD Kalteng

DPRD Kalteng Dorong Pemuda Dilibatkan dalam Program Padat Karya

Senin, 10 Agu 2026 - 18:41 WIB