Kolaborasi PT TTA dan Puskesmas Mantangai Layani 70 Anak

Selasa, 8 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MANTANGAI, KAPUAS — Akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pedalaman masih menjadi tantangan tersendiri. Kondisi geografis yang didominasi sungai dan jalan perkebunan membuat sebagian warga harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan medis.

Kondisi tersebut mendorong Departemen Rehab DAS PT Tuah Turangga Agung (TTA) Group menggelar program Community Development berupa khitanan massal bertajuk “Satu Senyum, Sejuta Harapan” di Kantor Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada 7–8 September 2026.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini berhasil menjangkau sebanyak 70 anak dari 10 desa.

Kesepuluh desa tersebut meliputi Desa Katunjung, Sei Ahas, Katimpun, Kalumpang, Mantangai Hulu, Mantangai Tengah, Mantangai Hilir, Keladan, Keladan Jaya, dan Desa Transmigrasi.

Jangkau Warga dari 10 Desa

Pelaksanaan khitanan massal tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah desa. Aparatur dari 10 desa turut membantu mobilisasi peserta dan mendampingi keluarga hingga tiba di lokasi kegiatan.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir sungai, program ini dinilai membantu mengurangi beban biaya sekaligus membuka akses terhadap layanan kesehatan yang aman.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Mantangai Hulu, Maria, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas adanya kegiatan khitanan massal ini. Bagi warga kami di Desa Mantangai Hulu, program ini sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang selama ini terkendala akses dan biaya untuk mengkhitankan anaknya secara medis,” ungkap Maria.

Apresiasi serupa disampaikan Wansada, salah satu orang tua peserta dari Desa Katunjung. Ia mengatakan, jarak dan biaya transportasi menjadi kendala bagi warga yang ingin mengakses layanan kesehatan.

“Bagi kami yang tinggal di pesisir sungai, ongkos menyewa kelotok menuju pusat kecamatan itu bisa jauh lebih mahal dibandingkan biaya perawatannya sendiri. Adanya program dari perusahaan dan pemerintah ini bukan cuma menyelamatkan ekonomi keluarga, tapi menjawab doa kami agar anak-anak bisa dikhitan dengan standar medis yang aman,” tuturnya.

Layanan Medis dengan Pendampingan

Antusiasme juga terlihat dari para peserta khitanan massal. Salah satunya Revin, anak berusia 10 tahun, yang mengaku sempat gugup sebelum menjalani tindakan medis.

“Awalnya sempat takut dan agak deg-degan waktu mau disunat. Tapi ternyata pas di dalam dokternya baik dan ramah banget, jadinya nggak berasa sakit. Senang sekali bisa ikut sunatan massal ini apalagi pulang-pulang dapat bingkisan,” ujar Revin.

Camat Mantangai, Ellargo Kristianto, menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan unsur masyarakat dalam memperluas akses layanan kesehatan.

“Ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan geografis bisa ditaklukkan jika kita bersinergi. Tanpa keaktifan pemerintah desa dan ketulusan investasi sosial dari PT TTA Group, pemerataan kesehatan di geografi seperti Mantangai akan sulit terwujud,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mantangai, dr. Timothy, menjelaskan bahwa pelayanan medis dilakukan dengan memperhatikan kondisi para peserta yang sebagian harus menempuh perjalanan jauh.

“Anak-anak ini baru saja menempuh perjalanan jauh membelah sungai dan jalan berdebu. Oleh karena itu, tim kami memberlakukan protokol sangat ketat di area yang telah disterilkan ini mulai dari screening kebugaran, presisi tindakan bedah minor, hingga edukasi perawatan pasca-sunat yang komprehensif kepada orang tua,” jelasnya.

Libatkan Unsur Tripika dan Tokoh Adat

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan unsur Tripika Kecamatan Mantangai. Perwakilan Kapolsek Mantangai, Ipda Ruby, hadir dalam pengamanan dan pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat turut mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban wilayah.

“Kondusivitas wilayah berawal dari terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat. Kehadiran sinergi Tripika dan perusahaan di sini adalah kunci nyata dari stabilitas sosial tersebut,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan perwakilan Danramil Mantangai, Hendarto.

“Kemanunggalan TNI dan rakyat menemukan bentuk operasional tertingginya saat kita bergotong-royong menembus batas alam demi hajat hidup publik. Anak-anak yang sehat fisiknya hari ini adalah fondasi pertahanan bangsa di masa depan,” katanya.

Selain unsur pemerintahan dan aparat, kegiatan tersebut turut mendapat apresiasi dari Damang Mantangai, Bandin. Ia menilai khitanan massal memiliki makna sosial dan budaya bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat adat Dayak pesisir sungai dengan keluarga pendatang di wilayah transmigrasi. Pelayanan medis modern dinilai dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Komitmen Perusahaan pada Masyarakat

Department Head Rehab DAS PT TTA Group, Bintang Adityawarman, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah kegiatan.

“Sebagai entitas pertambangan, kewajiban Rehabilitasi DAS yang kami emban di kawasan ini tidak semata-mata tentang memulihkan ekosistem gambut atau mereboisasi lahan kritis. Lebih dari itu, ini adalah tentang merawat dan memberdayakan komunitas yang hidup berdampingan dengan alam tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program “Satu Senyum, Sejuta Harapan” menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat.

“Program ‘Satu Senyum, Sejuta Harapan’ adalah janji lunas kami bahwa investasi sosial setara pentingnya dengan investasi ekologi,” pungkas Bintang.

Dengan menjangkau 70 anak dari 10 desa, kegiatan khitanan massal tersebut menjadi wujud kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, aparat, dan masyarakat dalam memperluas akses pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman Kabupaten Kapuas.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Barito Utara Amankan Pria, Sabu 4,07 Gram Ditemukan di Mess Karyawan
Saat Kabut Asap Mengancam Pernapasan, Ladies Bikers Palangka Raya Bergerak
FKM Sesalkan Sikap Bungkam Kejari Kapuas, Dugaan Kasus Korupsi Hewan Kurban Bakal Dilaporkan ke Kejagung
Asap Makin Pekat, Warga Bergerak: Rp70 Miliar Karhutla Kalteng Dipertanyakan
Pengurus Baru PODSI-KAGAMA Kalteng Dikukuhkan, Juni Gultom Tegaskan Komitmen Profesion
PODSI Kalteng Bidik Prestasi di Porprov Kotim dan PON NTT
Kredit Macet Rp200 Miliar di Bank Kalteng, Ketua SUMBO Desak Transparansi dan Soroti Lemahnya Pengawasan
Aliansi FKM-SUMBO Siapkan Laporan Kredit Macet Bank Kalteng, Dugaan Permainan Kredit Disorot

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:45 WIB

Kolaborasi PT TTA dan Puskesmas Mantangai Layani 70 Anak

Selasa, 8 September 2026 - 17:19 WIB

Polres Barito Utara Amankan Pria, Sabu 4,07 Gram Ditemukan di Mess Karyawan

Kamis, 3 September 2026 - 16:46 WIB

Saat Kabut Asap Mengancam Pernapasan, Ladies Bikers Palangka Raya Bergerak

Rabu, 2 September 2026 - 08:55 WIB

FKM Sesalkan Sikap Bungkam Kejari Kapuas, Dugaan Kasus Korupsi Hewan Kurban Bakal Dilaporkan ke Kejagung

Selasa, 1 September 2026 - 10:15 WIB

Asap Makin Pekat, Warga Bergerak: Rp70 Miliar Karhutla Kalteng Dipertanyakan

Berita Terbaru

Borneo

Kolaborasi PT TTA dan Puskesmas Mantangai Layani 70 Anak

Selasa, 8 Sep 2026 - 17:45 WIB