Ketika Kuantitas Mengalahkan Integritas

Rabu, 5 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Opini — Di tengah pesatnya pertumbuhan organisasi wartawan di Indonesia, muncul fenomena yang patut menjadi perhatian bersama. Tidak sedikit organisasi yang lebih mengutamakan penambahan jumlah anggota daripada memastikan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang direkrut. Akibatnya, profesi wartawan yang seharusnya dijunjung tinggi sebagai pilar demokrasi justru semakin dipandang sebelah mata.

Menjadi wartawan bukan sekadar memiliki kartu pers atau bergabung dalam sebuah organisasi. Wartawan adalah profesi yang diikat oleh kompetensi, etika, dan tanggung jawab. Seorang wartawan dituntut memahami Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, serta prinsip-prinsip dasar peliputan yang akurat, berimbang, dan independen.

Sayangnya, ketika organisasi membuka pintu selebar-lebarnya tanpa proses seleksi, pembinaan, dan pendidikan yang memadai, lahirlah oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan tetapi tidak memahami tugas pokok profesinya. Ada yang melakukan intimidasi, meminta imbalan, membuat berita tanpa konfirmasi, hingga menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi. Perilaku seperti ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng nama baik ribuan wartawan profesional yang bekerja sesuai aturan.

Organisasi wartawan sejatinya memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan kapasitas anggotanya. Rekrutmen seharusnya menjadi awal dari proses pembinaan, bukan sekadar menambah daftar anggota. Pendidikan jurnalistik, pemahaman hukum pers, etika profesi, hingga uji kompetensi semestinya menjadi prioritas agar setiap anggota mampu menjalankan profesinya secara profesional.

Masyarakat pun perlu memahami bahwa tindakan segelintir oknum tidak dapat dijadikan ukuran terhadap seluruh profesi wartawan. Namun di sisi lain, organisasi juga tidak boleh menutup mata terhadap perilaku anggotanya. Pembiaran hanya akan memperburuk citra pers di mata publik.

Di era keterbukaan informasi, kepercayaan publik merupakan aset terbesar media dan wartawan. Sekali kepercayaan itu hilang akibat ulah oknum yang tidak kompeten, maka membangunnya kembali akan jauh lebih sulit.

Karena itu, sudah saatnya organisasi wartawan lebih mengedepankan kualitas daripada kuantitas. Membangun organisasi yang berisi anggota profesional memang membutuhkan waktu dan proses, tetapi itulah investasi terbaik untuk menjaga marwah profesi wartawan.

Pers membutuhkan wartawan yang kompeten, berintegritas, dan memahami aturan. Organisasi wartawan juga harus menjadi rumah pembinaan, bukan sekadar tempat menghimpun anggota. Sebab, masa depan profesi ini tidak ditentukan oleh banyaknya kartu anggota yang diterbitkan, melainkan oleh kualitas insan pers yang menjaga etika, hukum, dan kepercayaan masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pejabat Bungkam, Kepercayaan Publik Dipertaruhkan
Suara Rakyat Tak Boleh Dibungkam
Menguji Transparansi di Balik Kasus Lahan Sukamara
Idul Fitri di Tengah Efisiensi: Antara Kebesaran Makna dan Tantangan Daerah
Alarm Fiskal Daerah: Perusda di Simpang Jalan antara Mesin PAD atau Beban Anggaran
Di Tengah Banyak Kepentingan, Pers Kalimantan Tengah Diuji untuk Tetap Berani
Di Bawah Tekanan Sunyi: Ketika Pers Diuji di Hari Pers Nasional 2026
Ketika Silaturahmi Menjadi Ruang Refleksi: Pesan Moral Hartany Soekarno untuk Insan Pers

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Ketika Kuantitas Mengalahkan Integritas

Senin, 27 Juli 2026 - 07:13 WIB

Pejabat Bungkam, Kepercayaan Publik Dipertaruhkan

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:48 WIB

Suara Rakyat Tak Boleh Dibungkam

Jumat, 24 April 2026 - 19:14 WIB

Menguji Transparansi di Balik Kasus Lahan Sukamara

Sabtu, 21 Maret 2026 - 10:53 WIB

Idul Fitri di Tengah Efisiensi: Antara Kebesaran Makna dan Tantangan Daerah

Berita Terbaru

Opini

Ketika Kuantitas Mengalahkan Integritas

Rabu, 5 Agu 2026 - 14:12 WIB