Antrean BBM Mengular di Kalteng, DPRD Desak Pertamina Benahi Distribusi

Senin, 17 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA — Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng yang meminta PT Pertamina segera memastikan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) berjalan normal.

Anggota DPRD Kalteng, Sirajul Rahman, menilai persoalan antrean tidak boleh terus dibiarkan karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Menurutnya, waktu warga seharusnya digunakan untuk bekerja dan menjalankan kegiatan produktif justru tersita akibat harus mengantre BBM dalam waktu lama.

“Kami meminta Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan BBM tetap aman. Sangat disayangkan masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar,” ujar Sirajul di Palangka Raya, Senin (17/8).

Ia mengatakan, kelancaran pasokan BBM menjadi bagian penting dalam menjaga mobilitas masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi daerah. Karena itu, gangguan distribusi yang memicu penumpukan kendaraan di SPBU perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Sirajul juga meminta Pertamina melakukan evaluasi terhadap pola distribusi, terutama pada wilayah dan SPBU yang berulang kali mengalami lonjakan antrean. Pengawasan terhadap rantai penyaluran BBM, kata dia, perlu diperketat untuk memastikan pasokan sampai kepada masyarakat sesuai kebutuhan.

“Jangan sampai antrean ini berlangsung terus-menerus. Kalau dibiarkan, bukan hanya mengganggu mobilitas dan produktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan gesekan sosial,” tegasnya.

Menurut Sirajul, pemerintah bersama Pertamina perlu memastikan distribusi BBM dilakukan secara merata dan responsif terhadap kondisi di lapangan. Langkah cepat diperlukan agar masyarakat tidak terus menghadapi ketidakpastian ketika membutuhkan bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Ia berharap pembenahan distribusi dapat segera mengakhiri antrean panjang di sejumlah SPBU. Dengan ketersediaan BBM yang terjaga dan penyaluran yang lancar, aktivitas masyarakat serta roda perekonomian di Kalteng diharapkan kembali berjalan tanpa hambatan.

“BBM merupakan salah satu penopang utama pergerakan masyarakat dan ekonomi. Karena itu, ketersediaannya harus benar-benar dijaga agar aktivitas warga kembali normal,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Api Meluas, Transparansi Anggaran Karhutla Rp70 Miliar Jadi Sorotan DPRD Kalteng
Reses Faridawaty Soroti Kebutuhan Rehabilitasi Puskesmas Tangkiling
Reses di Langkai, Faridawaty Serap Aspirasi Warga soal Infrastruktur hingga Mitigasi Kebakaran
Faridawaty Imbau Warga Waspadai Gangguan Kesehatan di Tengah Karhutla Kalteng
Kualitas dan Kesejahteraan Guru Jadi Fondasi Pembangunan SDM Kalteng
Kualitas Guru Jadi Fondasi Pembangunan SDM Kalteng
Komisi II DPRD Kalteng Dorong Audit Independen untuk Perkuat Akuntabilitas CSR Perusahaan
Abdul Hafid Dorong Peran Aktif Masyarakat Perkuat Pencegahan Kebakaran di Kalteng

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Api Meluas, Transparansi Anggaran Karhutla Rp70 Miliar Jadi Sorotan DPRD Kalteng

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Reses Faridawaty Soroti Kebutuhan Rehabilitasi Puskesmas Tangkiling

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Reses di Langkai, Faridawaty Serap Aspirasi Warga soal Infrastruktur hingga Mitigasi Kebakaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Faridawaty Imbau Warga Waspadai Gangguan Kesehatan di Tengah Karhutla Kalteng

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Kualitas dan Kesejahteraan Guru Jadi Fondasi Pembangunan SDM Kalteng

Berita Terbaru

Borneo

Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha

Senin, 12 Okt 2026 - 14:19 WIB