PALANGKA RAYA 24 Agustus 2026 — Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan selama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kalteng.
Menurut Faridawaty, paparan asap karhutla dapat mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala kesehatan yang muncul setelah berada di lingkungan dengan kualitas udara terdampak asap.
“Ketika mulai merasakan gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya, masyarakat jangan ragu untuk memeriksakan kondisi kepada tenaga medis. Jangan sampai keluhan yang awalnya ringan justru berkembang menjadi lebih serius,” kata Faridawaty, baru-baru ini.
Srikandi Komisi III DPRD Kalteng itu menilai masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak memungkinkan. Upaya menjaga kesehatan juga harus dibarengi dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar.
Ia menekankan, gangguan seperti batuk, sesak napas, atau keluhan lain pada saluran pernapasan tidak semestinya dianggap sebagai kondisi yang biasa terjadi akibat asap. Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar kondisi kesehatan dapat diketahui dan mendapat penanganan yang tepat.
Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan lanjut usia. Faridawaty meminta orang tua aktif memantau kondisi kesehatan anggota keluarga, terlebih setelah beraktivitas di wilayah yang terdampak asap karhutla.
“Orang tua harus memperhatikan kondisi anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Kalau muncul batuk, sesak napas, atau keluhan pernapasan setelah terpapar asap, jangan menunggu sampai kondisinya semakin berat untuk mendapatkan pemeriksaan,” ujarnya.
Legislator DPRD Kalteng dari daerah pemilihan Kalteng I yang mencakup Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas itu juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan tidak cukup dilakukan ketika tubuh mulai mengalami gangguan.
Masyarakat, lanjutnya, perlu membangun kebiasaan hidup sehat melalui konsumsi makanan dan minuman bergizi, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan, serta rutin memperhatikan kondisi tubuh.
“Menjaga kesehatan harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Asupan makanan dan minuman bergizi, istirahat yang cukup, serta kebersihan diri dan lingkungan perlu tetap diperhatikan,” katanya.
Faridawaty menambahkan, konsumsi vitamin sesuai kebutuhan dapat mendukung kebugaran tubuh selama masyarakat menghadapi kondisi lingkungan yang terdampak karhutla. Namun, vitamin bukan pengganti pemeriksaan dan penanganan medis ketika muncul gangguan kesehatan.
“Vitamin bisa menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran, tetapi jangan dijadikan satu-satunya andalan. Jika muncul gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, langkah yang paling penting adalah segera memeriksakan diri kepada tenaga medis,”tutup nya.



















Komentar