Ritual tiwah upacara suci umat hindu kaharingan.

Minggu, 31 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya, Info jurnalis borneo – Basir atau pemimpin pelaksanaan Ritual Tiwah, Obing, menjelaskan bahwa sebanyak 20 arwah yang mengikuti pelaksanaan Tiwah tahun ini merupakan umat Hindu Kaharingan yang akan menjalani prosesi kematian tingkat akhir dalam ajaran agama Hindu Kaharingan.

Menurut Obing, Ritual Tiwah merupakan ritual keagamaan yang bersifat suci dan menjadi bagian penting dalam keyakinan umat Hindu Kaharingan. Tiwah merupakan tahapan akhir dari perjalanan kematian seseorang untuk mengantarkan arwah menuju tempat yang diyakini dalam ajaran Hindu Kaharingan.

Ia menegaskan bahwa Tiwah merupakan ritual keagamaan, bukan sekadar adat istiadat. Karena itu, seluruh arwah yang ditiwahkan pada dasarnya merupakan umat Hindu Kaharingan, Sabtu (30/5/2026).

“Ini ritual keagamaan, ritual suci tingkat akhir, kematian tingkat akhir bagi umat Hindu Kaharingan. Semua arwah yang ditiwahkan itu umat Hindu Kaharingan, jadi bukan adat yang sifatnya umum,”ujar Obing.

Meski demikian, ia menjelaskan terdapat pengecualian dalam beberapa kondisi tertentu. Menurutnya, seseorang yang ketika hidup berasal dari keluarga penganut Hindu Kaharingan namun kemudian mengalami perubahan keyakinan oleh keturunannya setelah meninggal dunia, tetap dapat mengikuti Tiwah apabila terdapat permintaan dari arwah yang disampaikan melalui mimpi atau peristiwa spiritual kepada keluarga yang masih hidup.

“Nah itu bisa terjadi bukan karena keinginan keluarga yang masih hidup, tetapi karena keinginan arwah yang meninggal untuk ditiwahkan,” jelasnya.

Obing juga menerangkan bahwa dalam pelaksanaan Tiwah terdapat kegiatan tabuh yang biasanya dilaksanakan sebanyak dua kali. Pelaksanaannya menyesuaikan keputusan panitia penyelenggara.

Apabila kegiatan Tiwah dilaksanakan melalui dukungan anggaran pemerintah atau kegiatan massal, maka pihak-pihak yang terlibat dan mendukung pelaksanaan kegiatan wajib diundang dalam prosesi tersebut.

Sementara itu, apabila pelaksanaan Tiwah dilakukan secara pribadi atau keluarga, maka undangan sepenuhnya menjadi kewenangan panitia dan keluarga penyelenggara.

Ia berharap seluruh rangkaian Ritual Tiwah tahun ini dapat berjalan dengan lancar hingga selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Harapan ke depan semoga acara Tiwah bisa berjalan lancar seperti biasa dan mudah-mudahan ada bantuan dari pihak pemerintah,” katanya.

Meski demikian, Obing menegaskan bahwa sejak zaman nenek moyang, Ritual Tiwah tetap dapat dilaksanakan meskipun tanpa bantuan dari pihak mana pun. Menurutnya, semangat masyarakat dalam melaksanakan ritual tersebut tetap terjaga karena Tiwah merupakan bagian penting dari kepercayaan yang diwariskan turun-temurun.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian pelaksanaan Tiwah dimulai dari tahapan Baramu atau pencarian berbagai perlengkapan ritual. Proses tersebut telah dimulai sejak 23 April 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 14 Juni 2026.

Dalam pelaksanaan Tiwah kali ini, jumlah hewan kurban yang disiapkan mencapai 20 ekor kerbau dan tujuh ekor babi. Namun demikian, jumlah hewan kurban tidak selalu ditentukan secara mutlak karena dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing keluarga.

Menurut Obing, beberapa keluarga dapat bergabung dalam satu kelompok Tiwah sehingga penggunaan hewan kurban dapat dilakukan secara bersama-sama. Bahkan, pelaksanaan Tiwah tidak selalu harus menggunakan kerbau atau sapi karena babi juga dapat digunakan sesuai kemampuan peserta.

Ia menambahkan, peserta Tiwah tahun ini berasal dari berbagai daerah. Selain dari desa setempat, terdapat pula peserta yang berasal dari Desa Tahawa, Desa Parahyangan, Desa Buhut Lawa, hingga Desa Petuk Liti.

“Dari mana saja bisa ikut Tiwah. Siapa saja yang ingin mengikuti dan memenuhi ketentuan, baik dari daerah hulu maupun wilayah lainnya, bisa bergabung dalam pelaksanaan ritual ini,” pungkasnya. (Norhayati)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha
Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM, Stok Kaltim Masih Terkendali
H. Nadalsyah (Koyem) Wafat, IPJI Kalteng Sampaikan Duka Mendalam
IPJI, SPRI, AWPI, IWO dan FKM Bersatu Bagikan Ribuan Masker
Disdukcapil Palangka Raya Jemput Bola Percepat Layanan IKD
Action Sosial Insan Pers Kalteng, Warga Dapat Layanan Aktivasi IKD
Edy Pratowo: Dunia Usaha Berperan Penting Dorong Ekonomi Kalteng
Lima Anggota MPA Sabaru Kembali Usai Terlibat Pemadaman Karhutla di Hutan Sebangau

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM, Stok Kaltim Masih Terkendali

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:36 WIB

H. Nadalsyah (Koyem) Wafat, IPJI Kalteng Sampaikan Duka Mendalam

Senin, 28 September 2026 - 14:43 WIB

IPJI, SPRI, AWPI, IWO dan FKM Bersatu Bagikan Ribuan Masker

Senin, 28 September 2026 - 13:58 WIB

Disdukcapil Palangka Raya Jemput Bola Percepat Layanan IKD

Berita Terbaru

Borneo

Enam Bulan Disanksi, PT BAP Terancam Kehilangan Izin Usaha

Senin, 12 Okt 2026 - 14:19 WIB

Borneo

Disdukcapil Palangka Raya Jemput Bola Percepat Layanan IKD

Senin, 28 Sep 2026 - 13:58 WIB