PALANGKA RAYA — Kinerja positif PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (Bank Kalteng) mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Purdiono, menilai pertumbuhan kinerja bank milik daerah tersebut menunjukkan kemampuan untuk bersaing di tengah dinamika industri perbankan yang semakin ketat.
Hingga 31 Juli 2026, Bank Kalteng mencatat laba bersih sebesar Rp240,41 miliar. Angka tersebut tumbuh sekitar 4,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Purdiono mengatakan, capaian tersebut menjadi indikator positif atas kinerja dan pengelolaan Bank Kalteng. Menurutnya, pertumbuhan laba perlu dipertahankan agar memberikan dampak yang semakin besar terhadap perekonomian daerah, termasuk melalui peningkatan kontribusi dividen kepada pemerintah daerah.
“Pertumbuhan laba ini menunjukkan kinerja yang sangat baik. Sebagai bank milik daerah, tentu kita berharap tren positif ini terus dipertahankan sehingga kontribusinya terhadap penerimaan daerah melalui dividen juga semakin besar,” kata Purdiono di Palangka Raya, Jumat (14/8).
Tak hanya dari sisi profitabilitas, Purdiono turut menyoroti perkembangan penyaluran pembiayaan Bank Kalteng. Berdasarkan data terbaru, realisasi pembiayaan telah mencapai Rp12,51 triliun atau mengalami pertumbuhan 11,68 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Ia menilai peningkatan tersebut memperlihatkan peran Bank Kalteng yang semakin strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Pertumbuhan pembiayaan juga menjadi cerminan meningkatnya kapasitas bank dalam menjangkau kebutuhan permodalan berbagai sektor.
“Capaian ini menunjukkan Bank Kalteng memiliki kompetensi dan daya saing yang kuat. Kinerjanya sudah mampu disejajarkan dengan bank umum lainnya yang beroperasi di Kalimantan Tengah. Karena itu, prestasi ini harus terus dipertahankan dan dikembangkan,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan terhadap strategi ekspansi Bank Kalteng melalui pembukaan kantor cabang di Jakarta. Purdiono menilai langkah tersebut tidak sekadar memperluas jaringan layanan, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi Bank Kalteng untuk memperbesar akses terhadap sumber dana dan jejaring bisnis di tingkat nasional.
Menurut dia, keberadaan kantor cabang di ibu kota memiliki nilai strategis bagi penguatan posisi Bank Kalteng. Jaringan tersebut diharapkan mampu membuka peluang lebih luas untuk menarik investasi sekaligus mempertemukan kepentingan perbankan dengan pelaku usaha yang memiliki aktivitas bisnis maupun kepentingan investasi di Kalimantan Tengah.
“Kantor cabang di Jakarta sangat strategis untuk memperkuat posisi Bank Kalteng sekaligus membuka peluang masuknya investasi dari para pengusaha yang memiliki kegiatan usaha dan kepentingan bisnis di Kalimantan Tengah,” katanya.
Meski demikian, Purdiono mengingatkan manajemen Bank Kalteng agar tidak berhenti pada capaian yang telah diraih. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan, penguatan jaringan hingga wilayah pelosok, serta pengembangan inovasi produk perbankan harus menjadi agenda berkelanjutan.
Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan Bank Kalteng tidak hanya tercermin dari peningkatan laba dan pembiayaan, tetapi juga semakin kuat dalam memberikan layanan kepada masyarakat sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi Kalimantan Tengah.



















Komentar